Minggu, 08 November 2015

Yang Berubah

Listening

Masih teringat perbincangan dengan seorang teman yang sudah dikenal selama 3 tahun terakhir ini. awalnya, bercanda dan saling mengejek. maklum dia di pontianak, sedangkan saya di Malang. Akhirnya perbincangan ini berakhir pada topik tentang saya. Iseng - iseng, saya bertanya adakah perubuhan dalam sifat saya selama 3 tahun berkenalan dengannya ..
 
Dia menjawab lugas dan singkat : "Jauh beud"

saya kontan tertawa dan menunggu penjelasannya.

Dia kemudian menjelaskan lebih lanjut : "Kalo sekarang lebih feminim , lebih melankolis. ada masalah sedikit langsung nangis. Padahal dulu kayaknya kamu tu tegar, malah suka kasih saran ke orang lain. Terus sekarang bisa lebih jaga sikap. kalo dulu kayaknya cuek. kamu yang dulu keras, apa lagi kalo menurut kamu itu salah dan gak bener. Sekarang lebih lembut , gak gampang marah."

... Jujur , sampai di sini, saya langsung teringat kembali ke masa 2 tahun yang lalu. saat saya masih merupakan sosok yang keras kepala, cuek, pemarah, tidak terlalu suka berinteraksi, punya prinsip dan aturan sendiri, bersikap "Loe jangan ganggu gue, kalo loe gak mau diganggu..", kasar, blak - blakkan, mudah menggerutu, paling pantang menangis.

Saya juga teringat titik balik dari semua kejadian, yang membuat saya memaksakan diri untuk berubah. harus berubah.

Dulu, saya memandang dan memasang mindset jika saya harus jadi manusia super , bisa apa saja dan segalannya. harus mampu menanggung beban bahkan melebihi laki - laki. sebuah ambisi dan sebuah obsesi, yang kadang jika orang lain tau , akan membuat mereka menggeleng - gelengkan kepala tak percaya pada saya.

Tapi sebuah palu gada menghantam saya. membuat saya terjatuh dari pijakan. Seketika saya kembali ke tanah dan menyadari fitrah diri sebagai wanita. Badai menyapu habis isi kepala saya, prinsip, dan pagar pembatas yang berisi aturan, agar saya tidak terpengaruh dengan yang lain. Mimpi saya yang selama ini penuh dengan warna merah dan hitam, menjadi lebih karya warna. Entah, kenapa disaat saya berada titik paling bawah, saya menemukan bagian diri saya yang paling indah dan menawan.

Dan pada saat itu saya berdoa bersungguh - sungguh kepada ALLAH subhanallah wa ta'ala. Doa yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Doa yang berbeda dengan doa yang selama ini saya panjatkan.

Dan inilah diri saya sekarang, dengan mindset dan prilaku yang berbeda. apa saya puas ? tidak , saya akan terus mengalami perubahan dan pembelajaran. doakan saja agar perubahan ini menuju yang lebih baik ^^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar