![]() |
| Listening |
Masih teringat perbincangan dengan seorang teman yang sudah dikenal
selama 3 tahun terakhir ini. awalnya, bercanda dan saling mengejek.
maklum dia di pontianak, sedangkan saya di Malang. Akhirnya perbincangan
ini berakhir pada topik tentang saya. Iseng - iseng, saya bertanya adakah perubuhan dalam sifat saya selama 3 tahun berkenalan dengannya ..
Dia menjawab lugas dan singkat : "Jauh beud"saya kontan tertawa dan menunggu penjelasannya.
Dia kemudian menjelaskan lebih lanjut : "Kalo sekarang lebih feminim ,
lebih melankolis. ada masalah sedikit langsung nangis. Padahal dulu
kayaknya kamu tu tegar, malah suka kasih saran ke orang lain. Terus
sekarang bisa lebih jaga sikap. kalo dulu kayaknya cuek. kamu yang dulu
keras, apa lagi kalo menurut kamu itu salah dan gak bener. Sekarang
lebih lembut , gak gampang marah."
... Jujur , sampai di sini,
saya langsung teringat kembali ke masa 2 tahun yang lalu. saat saya
masih merupakan sosok yang keras kepala, cuek, pemarah, tidak terlalu
suka berinteraksi, punya prinsip dan aturan sendiri, bersikap "Loe
jangan ganggu gue, kalo loe gak mau diganggu..", kasar, blak - blakkan,
mudah menggerutu, paling pantang menangis.
Dulu, saya memandang dan memasang mindset jika saya harus jadi manusia
super , bisa apa saja dan segalannya. harus mampu menanggung beban
bahkan melebihi laki - laki. sebuah ambisi dan sebuah obsesi, yang
kadang jika orang lain tau , akan membuat mereka menggeleng - gelengkan
kepala tak percaya pada saya.
Tapi sebuah palu gada menghantam
saya. membuat saya terjatuh dari pijakan. Seketika saya kembali ke tanah
dan menyadari fitrah diri sebagai wanita. Badai menyapu habis isi
kepala saya, prinsip, dan pagar pembatas yang berisi aturan, agar saya
tidak terpengaruh dengan yang lain. Mimpi saya yang selama ini penuh
dengan warna merah dan hitam, menjadi lebih karya warna. Entah, kenapa
disaat saya berada titik paling bawah, saya menemukan bagian diri saya
yang paling indah dan menawan.
Dan pada saat itu saya berdoa
bersungguh - sungguh kepada ALLAH subhanallah wa ta'ala. Doa yang tak
pernah saya pikirkan sebelumnya. Doa yang berbeda dengan doa yang selama
ini saya panjatkan.
Dan inilah diri saya sekarang, dengan
mindset dan prilaku yang berbeda. apa saya puas ? tidak , saya akan
terus mengalami perubahan dan pembelajaran. doakan saja agar perubahan
ini menuju yang lebih baik ^^.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar