Minggu, 30 September 2012

Ketika kalah main SCRABBLE

Hahahaha.
Pernahkah terbayangkan jika kita pernah memutuskan hubungan gara - gara hanya masalah kecil ? seperti kalah bermain scrabble ataupun hal - hal sepele lainnya. Mungkin kita tertawa, hanya gara - gara main scrable kok bisa bertengkar ? Tapi jujur ini terjadi padaku, saat ini.

Sore itu, suasana disekitar kami tampak "memanas". Maklum sudah sejam terlewati, dan tampak tanda - tanda permainan akan berakhir. Aku hanya mempunyai 3 huruf, sedangkan kedua temanku masing - masing mempunyai 2 kata. Dan saat itu adalah giliranku. Jujur, aku gak mau kalah kali ini. Egoku meningkat 100x lipat. Aku gak mau jadi LOSER, dan menderita kekalahan (ah, lebay).
Masalahnya, aku tak menemukan satupun kata yang bisa kusambungkan !!
(ugh, kesal )

Kedua temanku sudah mulai menyindirku. Dan adzan pun memanggil kami untuk sholat Ashar. Kedua temanku itupun mencoba mengingatiku. Tapi emang dasar aku keras kepala, jadi gak mau dengar dan bersikeras untuk tetap main.

Salah satu kawanku mulai kesal dan mulai meninggalkanku seraya menyindirku (dan menurutku saat itu, sangat menjatuhkan harga diriku). Wajahku mengeras dan aku mulai memasukkan permainan itu kembali ketempatnya. Temanku yang satunya lagi, (kebetulan kami mempunyai sifat yang sama) menyadari kemarahanku. Ia menyadari tanda kemarahku. Dan mulai membujukku. Lagi - lagi dasar akunya yang terlanjur sakit hati dan marah, hanya bisa menganggap perkataanya angin lalu. Aku marah. Sangat marah dalam DIAM.

Jadi sekarang bagaimana ? yaa.. aku masih marah. Tapi marah pada diriku sendiri, yang terlalu kekanakkan dan tak bisa mengontrol diri seperti biasa. Kini, salah satu kawanku akan pergi untuk ikut lomba di UI. Dan tiba - tiba, aku merasa sedih. Aku belum mengucapkan selamat padanya. Lagi - lagi karena ego. Jadi, disini aku ingin mengucapkan sesuatu untuknya bahwa AKU GAK MARAH LAGI DAN AKU SALAH. Lalu, aku merasa senang ia bisa jadi finalis dan aku selalu berharap ia jadi pemenangnya.
MAAFKAN AKU , KAWAN

Senin, 17 September 2012

MOTIVASI DANDAN (BAG 01)

Dandan. 
Satu kata yang membuat pikiran kita melayang pada satu tas make up yang penuh dengan alat - alat yang dapat merubah alias menyulap wajah kita menjadi lebih 'baik'. (saya gak mo bilang menjadi cantik, karena cantik itu relatif bo'...) Dan tentu saja, kata dandan ini sangat melekat pada kaum kalangan saya, yaitu kaum hawa. Benar gak ??
BTW, entah mengapa bagi saya dandan adalah sesuatu yang sangat 'jauh'banget. Bagi saya dandan adalah kenyamanan. Sehingga dapat dikatakan, sebagian besar penampilan saya dihiasi dengan kaus gombrong (emak saya selalu menggunakan istilah ini untuk menyebut kaus - kaus kesayanganku) dan celana kedodor. Belum lagi sepatu  kets ataupun sepatu teplek lengkap dengan tas laptop lusuh nan koyak (semakin koyak, saya pun semakin pede make tas itu... ). Kalo naik motor, maka saya akan memilih helm paling jelek (sehingga saya pun tak takut kalo dicuri maling). Jika ada orang yang mengomentari penampilan "ajaib ini" (dan pasti salah satu orang itu adalah emak saya),  saya hanya bisa nyengir kuda. hieee...

Tapi semua itu berubah drastis, tatkala emak saya membelikan saya ciput ninja !

apa hubungan antara ciput ninja dengan dandan ?
sejak emak saya membelikan ciput ninja, saya jadi sering eksperimen dalam memakai kerudung. ketika berhasil membuat eksperimen, secara otomatis saya langsung menyesuaikan dengan baju + bawahan + wajah pun mesti di"sesuaikan" !! 
wow amazing !!
sejak saat ada ciput ninja itu, saya mulai rajin padu padankan baju. Mulai ngurus wajah serta badan.  kenalan dengan sabun muka, pelembab pagi, serta krim malam. Tak lupa dengan serum vitamin C.
sejak saat itu, kawan - kawan (terutama kawan wanita) pada muji saya (cieee...)
senangnya hati saya !! dalam pikiran saya ingin mengatakan :
"dulu saya jelek banget, tapi setelah 4 kali pemakaian ciput ninja, wajah saya menjadi lebih cantik !!"
(plagiat iklan klinik )
Eits, tapi ada sebagian yang lain memperingatkan saya akan "hobi" baru saya. Mereka mengatakan saya mesti hati - hati akan kecantikan dan pujian disekitar saya. Saya mesti tetap menjaga hati saya dari perasaan sombong dan tipu muslihat setan lainnya. (para akhwat, syukron selalu mengingatkanku)
Yaa, benar juga nasihat mereka.  Saya mesti hati - hati...
Tapi kembali lagi kedandan, kegiatan ini cukup menyenangkan (khusus hanya akhwat) dan membuat kita lebih rileks dan tentu saja pede. Bagi saya, cukuplah ini yang mendasari saya untuk berdandan. semoga tak terkotori oleh niat yang lain ...
SELAMAT BERDANDAN !!

Jumat, 14 September 2012

Seberapa PEKA Kamu ?

"Kamu tu nggak peka ?!"
Inilah salah satu komentar beberapa kawan yang saya temui tiap kesempatan. Beberapa diantara mereka ada yang mengatakan dengan nada setengah bercanda dan sebagian lain dengan setengah serius. Bahkan beberapa diantara mereka mengatakan dengan nada marah !
Jujur, masalah peka-nggak peka ini kadang - kadang membuat saya merasa kesulitan. Khususnya saat saya menjalin pertemanan dengan seseorang. Walhasil jumlah teman saya bisa dihitung dengan mudah. Sahabat ? saya mungkin bakal dapat mendali emas jika dapat mempertahankan seorang sahabat untuk dekat dengan saya dalam waktu 1 tahun...
Kembali lagi ke Peka-nggak Peka,
pertama, saya sering gak peka dengan masalah orang.
Untuk KETIDAKPEKAAN yang pertama saya mempunyai kecenderungan melihat masalah orang adalah hak privasinya. Dalam arti, itu adalah wilayah pribadi nya, sehingga tak pantas bagi saya untuk 'masuk' dalam masalahnya. Saya tak mau dianggap suka ikut campur masalah orang. Seringkali pikiran ini yang menahan saya untuk membantu. Setiap kali melihat orang ada masalah, saya pun terpola untuk berpikir  ,"Ah, paling - paling reda sendiri !"
Walhasil, saya selalu menjadi orang terakhir yang tahu akan masalah si fulan ataupun fulanah. Dan seringkali saya menjadi orang yang terakhir diminta bantuan.
kedua, saya sering gak peka dengan membaca perilaku tersirat teman.
Dikarenakan pola pikir yang terbentuk seperti itu, saya jadi agak susah membaca perasaan teman. Saya agak bingung dalam menghadapi hal ini. Apalagi teman perempuan ! paling susah untuk ditebak. Saya sering salah bertindak dan menyakiti perasaan teman perempuan saya dikarenakan salah bertindak. Ribet dah urusannya!
ketiga, saya sering gak peka dengan namanya perasaan 'cinta-cintaan'
Nggak kepekaan saya akan masalah ini, seringkali menimbulkan perasan kesal sekaligus gemas bagi lingkungan sekitar. Bahkan adik perempuan saya sempat  pernah merasa kesal dengan saya, dikarenakan saya gak peka kalo ada orang naksir ma saya. dia mengatakan saya lemot. Duh...

Jadi sebenarnya, baik atau buruk nggak sih PEKA ? jawaban saya tergantung kondisi sih. Kalo dengan kepekaan kita dapat menyelesaikan masalah, why not ? Tapi, kalo kebalikannya, lebih baik gak usah sok PEKA deh ! 
Hanya sekian uneg - uneg saya... 
Wassalam
SALAM PEKA


Rabu, 12 September 2012

TEMAN SEPERJUANGAN

Dia tak pernah berubah !
Hal itu yang terlintas dikepalaku saat melihat facebooknya baru - baru ini. Tak ada photo - photo narsis yang biasanya kulihat di cover maupun photo profil. Yang disana hanya ada ukiran salah satu Nama Allah yang paling indah. Hanya itu . Tapi sekali lagi aku terpana akan keseriusannya menjaga diri. Sesuatu yang telah ia pegang teguh sejak aku mengenalnya di bangku SMA.

Hal ini jelas kali terlihat dari wallnya. Terlihat beberapa postingan dari temannya. Tak ada satupun status - status galau ataupun alay yang terlihat dari wallnya. Bahkan status darinya, sang pemilik Facebook pun tak nampak. Jelas sekali terlihat kalo ia amat jarang membuka facebook. Dan itu berarti, ia tak pernah kehilangan waktu gara - gara facebook (Tak seperti penulis, yang kadang bisa lupa waktu  sampai 4 jam gara2 facebook). Ya Allah, aku malu...

Sekali lagi aku kalah akan keteguhan hatinya. Sama seperti 2 tahun yang lalu, aku kalah akan semangatnya dalam melihat kehidupan. Ia mampu mencerna arti dari kehidupan ini melebihi aku. Ia mampu memperjuangkan sesuatu yang ia yakini melebihi keyakinanku. Dan aku tetap saja dibelakangnya. 

Walaupun kami terpisah, Insya Allah ikatan ukhuwah kita tak akan terputus ...
amiin