"Kamu tu nggak peka ?!"
Inilah salah satu komentar beberapa kawan yang saya temui tiap kesempatan. Beberapa diantara mereka ada yang mengatakan dengan nada setengah bercanda dan sebagian lain dengan setengah serius. Bahkan beberapa diantara mereka mengatakan dengan nada marah !
Jujur, masalah peka-nggak peka ini kadang - kadang membuat saya merasa kesulitan. Khususnya saat saya menjalin pertemanan dengan seseorang. Walhasil jumlah teman saya bisa dihitung dengan mudah. Sahabat ? saya mungkin bakal dapat mendali emas jika dapat mempertahankan seorang sahabat untuk dekat dengan saya dalam waktu 1 tahun...
Kembali lagi ke Peka-nggak Peka,
pertama, saya sering gak peka dengan masalah orang.
Untuk KETIDAKPEKAAN yang pertama saya mempunyai kecenderungan melihat masalah orang adalah hak privasinya. Dalam arti, itu adalah wilayah pribadi nya, sehingga tak pantas bagi saya untuk 'masuk' dalam masalahnya. Saya tak mau dianggap suka ikut campur masalah orang. Seringkali pikiran ini yang menahan saya untuk membantu. Setiap kali melihat orang ada masalah, saya pun terpola untuk berpikir ,"Ah, paling - paling reda sendiri !"
Walhasil, saya selalu menjadi orang terakhir yang tahu akan masalah si fulan ataupun fulanah. Dan seringkali saya menjadi orang yang terakhir diminta bantuan.
kedua, saya sering gak peka dengan membaca perilaku tersirat teman.
Dikarenakan pola pikir yang terbentuk seperti itu, saya jadi agak susah membaca perasaan teman. Saya agak bingung dalam menghadapi hal ini. Apalagi teman perempuan ! paling susah untuk ditebak. Saya sering salah bertindak dan menyakiti perasaan teman perempuan saya dikarenakan salah bertindak. Ribet dah urusannya!
ketiga, saya sering gak peka dengan namanya perasaan 'cinta-cintaan'
Nggak kepekaan saya akan masalah ini, seringkali menimbulkan perasan kesal sekaligus gemas bagi lingkungan sekitar. Bahkan adik perempuan saya sempat pernah merasa kesal dengan saya, dikarenakan saya gak peka kalo ada orang naksir ma saya. dia mengatakan saya lemot. Duh...
Jadi sebenarnya, baik atau buruk nggak sih PEKA ? jawaban saya tergantung kondisi sih. Kalo dengan kepekaan kita dapat menyelesaikan masalah, why not ? Tapi, kalo kebalikannya, lebih baik gak usah sok PEKA deh !
Hanya sekian uneg - uneg saya...
Wassalam
SALAM PEKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar