Kamis, 07 Januari 2016
Kejemuan yang Memabukkan dan Menimbulkan Coretan
Malang, Dua Puluh Tiga November Dua Ribu Lima Belas
Janji cinta sejati itu,
Tiada lagi nampak dimatamu
Namun kenapa,
Aku selalu teringat akan wajahmu
dan janji mu waktu itu..
Aku bukanlah Bidadari
Apalagi Malaikat
Aku adalah seorang pendosa
Tak kupungkiri
Ku banyak berbuat salah padamu
menyakiti hatimu dengan kata dan tingkah lakuku
Tapi asal engkau tahu,
Tak pernah ada maksud hati untuk menyakiti
apalagi membenci
dan aku tak pernah kukhianati cinta itu
Kau janjikan cinta aku
Tapi kaulah yang membunuh cinta itu
Dan memilih seorang lain
Seseorang yang lebih dari aku
Seseorang yang memiliki apa yang tak kumiliki
Kau ucapkan maaf dan berlalu pergi
tak sedikit pun menoleh lagi
Hilang sudah cinta itu
Cinta yang hanya sekejap saja berada dihatimu
Meninggalkan aku dengan penuh tanya
Tak Cukupkah Cintaku
Tak Cukupkah Hati Murni Ikhlasku
Tak Cukupkah Keinginan Muliaku
untuk hidup bersamamu dalam tali suci pernikahan
Seketika aku tahu jawabannya
Itu tak akan pernah cukup bagimu
Kau pinta lebih sabarku,
dan maaf ... aku tak sanggup lagi untuk bersabar dengan itu
Walau Matahari membakar dengan panasnya
Walau Badai telah menyapu segalannya
Biar kujalani sisa hukumanku
Biarkan aku
Menderita sesaat karena Cinta
Dan Bahagia selamanya karena Cinta
Pontianak, Enam Belas Januari Dua Ribu Enam Belas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar