Sabtu, 20 Februari 2016

Perbincangan dari malam minggu ke kupu - kupu (edisi ngelantur)

 
apakah badak ini bisa berubah menjadi kuda ?
Hari ini malam minggu, malam yang slalu ditunggu - tunggu. Tapi tidak untukku. Bagiku malam minggu ya malam minggu. Kalo pun ada nama lainnya, sabtu malam. Ini bukanlah malam istimewa. Bukan .. bukan karena alasannya aku masih berstatus singel alias jomblo. Bukan juga karena aku tinggal sendiri di kamar ukuran 2,5 kali 2,5 meter. Sekali lagi bukan karena alasan diatas, sehingga aku tidak mengistimewakan malam minggu. Tapi karena diotakku malam minggu sama dengan malam - malam lainnya, yaitu sama - sama gelap. Kalo pun berbeda, paling ada bintang atau bulan yang menghiasi. dan itupun gak mesti malam sabtu.

Ok, kita tinggalkan topik tentang malam minggu...
Lanjut ke masalah, kupu - kupu....
Loh, rek ? kok tiba - tiba topiknya ke kupu - kupu ?
Kok gak nyambung dengan teks diatas ?
Hahaha... wong namanya juga ngelantur. suka - suka saya dong topiknya mo dibawa kemana.

Kupu - kupu, siapa sih yang gak tau binatang yang cantik ini ?
Terkenal dengan keindahan pola dan warna sayapnya yang indah. Selain itu lingkungan kupu - kupu termasuk baik, yaitu, di taman - taman. hal ini terkait dengan pekerjaan utamanya, yaitu, menghisap madu sekaligus membantu penyerbukan bagi tanaman. Sehingga jika digeneralisasikan, kupu - kupu itu merupakan binatang yang baik. Sayang, hidupnya gak lama.

Saya sendiri, memiliki perhatian besar terhadap hewan cantik ini. Bisa dikatakan, jika salah satu binatang yang saya sukai adalah kupu - kupu. Hal ini dikarenakan, terdapat nilai - nilai filosofis yang terkandung dalam perjalanan hidup kupu - kupu. Bermula dari ulat kecil yang menjijikkan bertransformasi menjadi kupu - kupu cantik nan elegan. Metamorfosis, begitulah kita menyebutkan fase transformasi tersebut.

Kupu - kupu memang berawal dari seekor ulat kecil yang memakan daun - daun sebanyak mungkin. Pada fase ini, tidak ada satupun orang yang memperhatikan ulat. Jangankan merhatiin, saya sendiri saja baru liat ulat, agak - agak geli gimana gitu. Setelah itu, si ulat bobok di kantong tidur yang kita sebut kepompong. Setelah waktu berlalu, si ulat keluar dari kepompong dengan wujudnya yang baru, kupu - kupu.

Hanya itu saja ? gak ada yang spesial tu...
Hohohoho.... nehi nehi nehi. itu baru uraian singkat. coba kita pahami lebih dalam lagi.

Ketika masih berwujud ulat, kita lihat sendiri kan ? Betapa besar perjuangan dan usaha si ulat bertahan hidup. Makan dari satu daun ke daun lainnya. Jalan dan geraknya lelet, mengundang tangan - tangan jahil untuk mengganggunya. Belum lagi kalo ketemu ama predatornya (misalnya ayam, eh... benar gak ya ?). Pokoknya hidup ulat ni nelongso banget. belum lagi kalo ketemu manusia yang gak suka ulat, pasti dikata - katain (kayak sinetron di teve - teve itu...) .... Setelah dirasa cukup, aktivitas makan memakan si ulat pun berhenti. Ia pun beralih menjadi kepompong. Tidur berhari - hari tanpa makan dan minum (mungkin kalo saya pun mo jadi cantik dan kurus, mesti diet juga kayak si ulat...).

Masa didalam kepompong pun akan berakhir. Si ulat dalam wujud yang baru, berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kepompongnya. Dan itu harus ia sendiri yang melakukannya. Hal ini dikarenakan tubuh si kupu - kupu yang masih didalam kepompong berisikan cairan . Cairan ini akan keluar sejalan dengan keluarnya kupu - kupu dari kepompong dikarenakan adanya tekanan. Apabila cairan ini tidak dikeluarkan, maka tubuh si kupu - kupu akan tidak seimbang dan akhirnya mati karena tidak bisa terbang. Tapi, apabila cairan itu keluar, maka ia akan menjadi kupu - kupu yang langsing dan cantik.

Suatu HARGA yang pantas didapatkan dari perjuangan dan pengorbanan sebesar itu !

Apakah seperti itu kah kehidupan kupu - kupu ? saya tidak tahu, saya dapat penjelasan itu disalah satu artikel. Jadi kalo ada yang ngawur, tolong dikoreksi... (cmiiw)

Intinya sebuah perjalanan yang tidak mudah. Benar - benar sulit. Membutuhkan waktu dan pengorbanan yang besar. Dan saya terobsesi dengan perubahan tersebut.

Kadang saya berimajinasi, bahwa saya adalah ulat kecil yang menjijikkan itu. kecil, lamban, jelek, gendut, dan segudang stigma negatif lainnya. Saya adalah ulat kecil yang mencari bekal, dengan belajar baik ilmu dunia dan akhirat. Saya adalah ulat kecil yang belajar menulis khususnya nulis tesis. Saya adalah ulat kecil yang belajar ilmu agama, agar bisa beribadah secara maksimal. Saya adalah ulat kecil yang mencari makanan untuk kehidupan dimasa depan.

Sejujurnya, saya pun mengakui jikalau kehidupan saya hampir sama dengan ulat. Sama - sama mencari makanan, bekal, keterampilan , atau apapun namanya yang berguna untuk kehidupan kami YANG LEBIH BAIK. Kami sama - sama ingin bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik. Bedanya ulat mo jadi kupu - kupu, sedangkan saya ingin jadi orang yang bahagia di dunia dan diakhirat.

Kapan jadi kepompong dan kupu - kupu ?

Entah. Saya pun tak tahu.
Tapi saya menantikan saatnya. saya menyadari, selama 24 tahun ini, saya sendiri mengalami banyak peristiwa yang membawa kepada perubahan - perubahan besar.
Jika dilukiskan saya sudah bermetamorfosis dalam skala kecil berulang - ulang kali. Dan mungkin kedepannya akan mengalami berkali kali, sampai pada akhirnya transformasi terbesar itu...

Jadi apakah transformasi terbesar itu ? dan seperti apa bentuk nya ?

Maaf. untuk pertanyaan ini pun saya tak tau apa jawabannya. karena saya pun masih mencarinya.

Metamorfosis. Transformasi. PERUBAHAN. Saya bahkan mungkin anda (yang membaca artikel ini) akan mengalaminya berpuluh - puluh kali. Bahkan beratus - ratus kali. Namun hasilnya berbeda - beda. Ada yang semakin baik dan ada pula yang semakin memburuk.

Sekali lagi, saya suka kupu - kupu

Bagaikan kupu kupu, hatiku melayang ke suatu tempat yang jauh
Menuju pikiran, hatimu, dan jiwamu
Mengetuknya beberapa kali ,menyadarkan betapa luasnya dunia
Bagaikan kupu kupu, hatiku melayang ke suatu tempat yang jauh

malam untuk kita semua. sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar