Hari ini
malam minggu, malam yang slalu ditunggu - tunggu. Tapi tidak untukku. Bagiku
malam minggu ya malam minggu. Kalo pun ada nama lainnya, sabtu malam. Ini
bukanlah malam istimewa. Bukan .. bukan karena alasannya aku masih berstatus
singel alias jomblo. Bukan juga karena aku tinggal sendiri di kamar ukuran 2,5
kali 2,5 meter. Sekali lagi bukan karena alasan diatas, sehingga aku tidak
mengistimewakan malam minggu. Tapi karena diotakku malam minggu sama dengan
malam - malam lainnya, yaitu sama - sama gelap. Kalo pun berbeda, paling ada
bintang atau bulan yang menghiasi. dan itupun gak mesti malam sabtu.
Ok, kita
tinggalkan topik tentang malam minggu...
Lanjut ke
masalah, kupu - kupu....
Loh, rek ?
kok tiba - tiba topiknya ke kupu - kupu ?
Kok gak
nyambung dengan teks diatas ?
Hahaha...
wong namanya juga ngelantur. suka - suka saya dong topiknya mo dibawa kemana.
Kupu - kupu,
siapa sih yang gak tau binatang yang cantik ini ?
Terkenal
dengan keindahan pola dan warna sayapnya yang indah. Selain itu lingkungan kupu
- kupu termasuk baik, yaitu, di taman - taman. hal ini terkait dengan pekerjaan
utamanya, yaitu, menghisap madu sekaligus membantu penyerbukan bagi tanaman. Sehingga
jika digeneralisasikan, kupu - kupu itu merupakan binatang yang baik. Sayang,
hidupnya gak lama.
Saya
sendiri, memiliki perhatian besar terhadap hewan cantik ini. Bisa dikatakan,
jika salah satu binatang yang saya sukai adalah kupu - kupu. Hal ini
dikarenakan, terdapat nilai - nilai filosofis yang terkandung dalam perjalanan
hidup kupu - kupu. Bermula dari ulat kecil yang menjijikkan bertransformasi
menjadi kupu - kupu cantik nan elegan. Metamorfosis, begitulah kita menyebutkan
fase transformasi tersebut.
Kupu - kupu
memang berawal dari seekor ulat kecil yang memakan daun - daun sebanyak mungkin.
Pada fase ini, tidak ada satupun orang yang memperhatikan ulat. Jangankan
merhatiin, saya sendiri saja baru liat ulat, agak - agak geli gimana gitu. Setelah
itu, si ulat bobok di kantong tidur yang kita sebut kepompong. Setelah waktu
berlalu, si ulat keluar dari kepompong dengan wujudnya yang baru, kupu - kupu.
Hanya itu
saja ? gak ada yang spesial tu...
Hohohoho....
nehi nehi nehi. itu baru uraian singkat. coba kita pahami lebih dalam lagi.
Ketika masih
berwujud ulat, kita lihat sendiri kan ? Betapa besar perjuangan dan usaha si
ulat bertahan hidup. Makan dari satu daun ke daun lainnya. Jalan dan geraknya
lelet, mengundang tangan - tangan jahil untuk mengganggunya. Belum lagi kalo
ketemu ama predatornya (misalnya ayam, eh... benar gak ya ?). Pokoknya hidup
ulat ni nelongso banget. belum lagi kalo ketemu manusia yang gak suka ulat,
pasti dikata - katain (kayak sinetron di teve - teve itu...) .... Setelah
dirasa cukup, aktivitas makan memakan si ulat pun berhenti. Ia pun beralih
menjadi kepompong. Tidur berhari - hari tanpa makan dan minum (mungkin kalo
saya pun mo jadi cantik dan kurus, mesti diet juga kayak si ulat...).
Masa didalam
kepompong pun akan berakhir. Si ulat dalam wujud yang baru, berusaha sekuat
tenaga untuk keluar dari kepompongnya. Dan itu harus ia sendiri yang
melakukannya. Hal ini dikarenakan tubuh si kupu - kupu yang masih didalam
kepompong berisikan cairan . Cairan ini akan keluar sejalan dengan keluarnya
kupu - kupu dari kepompong dikarenakan adanya tekanan. Apabila cairan ini tidak
dikeluarkan, maka tubuh si kupu - kupu akan tidak seimbang dan akhirnya mati
karena tidak bisa terbang. Tapi, apabila cairan itu keluar, maka ia akan
menjadi kupu - kupu yang langsing dan cantik.
Suatu HARGA yang
pantas didapatkan dari perjuangan dan pengorbanan sebesar itu !
Apakah
seperti itu kah kehidupan kupu - kupu ? saya tidak tahu, saya dapat penjelasan
itu disalah satu artikel. Jadi kalo ada yang ngawur, tolong dikoreksi...
(cmiiw)
Intinya
sebuah perjalanan yang tidak mudah. Benar - benar sulit. Membutuhkan waktu dan
pengorbanan yang besar. Dan saya terobsesi dengan perubahan tersebut.
Kadang saya
berimajinasi, bahwa saya adalah ulat kecil yang menjijikkan itu. kecil, lamban,
jelek, gendut, dan segudang stigma negatif lainnya. Saya adalah ulat kecil yang
mencari bekal, dengan belajar baik ilmu dunia dan akhirat. Saya adalah ulat
kecil yang belajar menulis khususnya nulis tesis. Saya adalah ulat kecil yang
belajar ilmu agama, agar bisa beribadah secara maksimal. Saya adalah ulat kecil
yang mencari makanan untuk kehidupan dimasa depan.
Sejujurnya,
saya pun mengakui jikalau kehidupan saya hampir sama dengan ulat. Sama - sama
mencari makanan, bekal, keterampilan , atau apapun namanya yang berguna untuk
kehidupan kami YANG LEBIH BAIK. Kami sama - sama ingin bertransformasi menjadi
sesuatu yang lebih baik. Bedanya ulat mo jadi kupu - kupu, sedangkan saya ingin
jadi orang yang bahagia di dunia dan diakhirat.
Kapan jadi
kepompong dan kupu - kupu ?
Entah. Saya
pun tak tahu.
Tapi saya
menantikan saatnya. saya menyadari, selama 24 tahun ini, saya sendiri mengalami
banyak peristiwa yang membawa kepada perubahan - perubahan besar.
Jika
dilukiskan saya sudah bermetamorfosis dalam skala kecil berulang - ulang kali.
Dan mungkin kedepannya akan mengalami berkali kali, sampai pada akhirnya
transformasi terbesar itu...
Jadi apakah
transformasi terbesar itu ? dan seperti apa bentuk nya ?
Maaf. untuk
pertanyaan ini pun saya tak tau apa jawabannya. karena saya pun masih
mencarinya.
Metamorfosis.
Transformasi. PERUBAHAN. Saya bahkan mungkin anda (yang membaca artikel ini)
akan mengalaminya berpuluh - puluh kali. Bahkan beratus - ratus kali. Namun
hasilnya berbeda - beda. Ada yang semakin baik dan ada pula yang semakin
memburuk.
Sekali lagi,
saya suka kupu - kupu
Bagaikan
kupu kupu, hatiku melayang ke suatu tempat yang jauh
Menuju pikiran,
hatimu, dan jiwamu
Mengetuknya
beberapa kali ,menyadarkan betapa luasnya dunia
Bagaikan
kupu kupu, hatiku melayang ke suatu tempat yang jauh
malam untuk
kita semua. sekian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar