Minggu, 06 Maret 2016

kebohongan diatas kebohongan

bismilahirrahmannirrahim

selamat pagi !
selamat hari senin. we love monday.


memang gak ada yang seindah hari senin. banyak aktivitas yang menunggu kedepan untuk dikerjakan. termasuk menulis ini. hehehehe... ada yang menggantung dihati. dan karena terlalu banyak kosa kata asing mengenai "dikotomi"," polaritas", dan"substansi-praksis" dikepala, maka satu - satunya pelampiasan rasa hanya ada dikamu, blog tersayang ini.

banyak hal yang ingin dituliskan, tapi aku bingung untuk memulai darimana

aku punya teman baru. orangnya baik. ramah dan ... jujur, simpel, kadang bikin hati jumpalitan. tapi dengannya aku merasa punya kakak. entah kenapa aku bisa jujur dengannya, maksudku ya... menjadi pribadi diri sendiri. (entah pada kalimat ini, aku  merasa aku sangat konyol sekali). didepannya aku gak jaim seperti biasa (ini yang paling menyenangkan). aku bebas mengutarakan apa yang dalam pikiran ku. tingkah kanak - kanakku dan sekelumit tingkah pola yang kadang bagi kebanyakan orang bilang "itu nggak marisa banget".

hahahaha... awalnya terasa menyenangkan.

sampai pada akhirnya pembicaraan terpusat pada satu tulisanku (semacam ungkapan hati yang tak tersampaikan). pada awalnya aku jujur, tapi aku tak bisa memperlihatkan sosokku yang menyedihkan itu. makanya aku berbohong. dia kecewa, (ya pastilah, mana ada orang didunia ini yang mau dibohongin). aku mencoba bersifat cuek. gak ada lagi yang bisa dilakukan...

sampai saat ini, dihatiku masih ada hujan
hmmm... pertama, ingatanku akan kenangan masa lalu yang menyakitkan , kembali terkuak. kedua, aku telah membuat seseorang kecewa. ketiga, aku ingin sendiri saja.

kadangkala, aku berpikir, aku gak cocok berinteraksi dengan banyak orang. walaupun pada kenyataannya aku suka berbicara dengan teman - teman. tapi tetap saja, ada sifat atau sikap yang rasanya membuatku enggan untuk mendekati orang lain. perasaan takut jikalau akan menyakiti orang lain masih begitu dominan didalam diriku. hmmm... sejak kapan aku mulai jadi perasa begini.

entahlah...
belum lagi, beberapa hari ini aku berselisih paham dengan temanku. masalah sepele. tapi harga diriku cukup terluka. bohong jika aku bilang tidak marah. tapi mo marah kok rasanya malas ya ? malas cari ribut.

hmmm... kebohongan diatas kebohongan . sekali berbohong, maka kebohongan itu akan terus bertambah. layaknya bunga alias riba di bank.

siap siap ngampus dulu bro n sist ....

alhamdulillahirabbilalamin
langit biru di alun alun kapuas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar