Sabtu, 08 Oktober 2016

Rasa yang belum Teridentifikasi

Assalammualaikum.
Selamat Sabtu Malam.


Malam ini kumulai dengan satu pertanyaan :
Pernahkah anda memiliki suatu perasaan yang belum dapat teridentifikasi kepada seseorang yang belum anda kenal secara detil ataupun kepada seseorang yang berbeda dengan anda ?

Mungkin ada yang menjawab iya, tidak, ataupun pernah atau belum tau...

Yang jelas, saat ini aku merasakan nya.

Dia adalah sosok lawan jenis yang baru kukenal 2 bulan ini. Orangnya baik, ramah, agak sopan, dan cuek (kenapa dibilang agak sopan ? hehehe.. ada ceritanya. tapi gak bisa kuceritain sekarang). Seseorang yang berbeda banget dengan diriku. Seharusnya perkenalan pada hari itu berlalu saja dari ingatanku. Namun yang terjadi sebaliknya, pertemuan itu berkesan.

Sejak pertemuan pertama, kami sering bertemu. Entah disengaja maupun tidak disengaja. Walau pun kebanyakan tidak disengaja. Kami berdua duduk di Gazebo. Sesekali aku mengajak nya bicara. Namun Tanggapan nya hanya sedikit bahkan nyaris tidak ada. Seringkali waktu berdua dihabiskan dengan Diam. Sibuk masing - masing, aku dengan kerjaan ku dan dia dengan dunianya. Hampir selalu begitu.

Kadang hal ini amat menyiksa, bagiku. Tak tau mengapa.
Apakah ini sebuah rasa ? jika Rasa, ya Rasa apa ya ?
Sekedar rasa ingin tahu atau apa ?

Parahnya lagi, selalu ada rasa ingin bertemu walau sesaat. Namun saat ketemu, rasanya ingin cepat - cepat pergi darinya. Aneh ? Sungguh aneh....

Selamat Malam Minggu

Buket Bunga Untukmu 





Senin, 02 Mei 2016

sajak perjalananku

dinding putih dan pilarnya

kususuri jalan panjang
sampai ujung, buntu
disana ada dinding besar
terlalu licin untuk kupanjati
terlampau tinggi untuk kulompati

dinding besar itu menutupi sesuatu
sesuatu dibaliknya
apa itu ? pikirku

apakah itu kehampaan
atau eksistensi atas sesuatu yang selama ini kucari
sesuatu yang ingin kutemukan
aku penasaran

logika ku berputar - putar
mencari celah kosong,sesak
celah itu terlalu kecil untuk kulewati sendiri
hatiku terlalu lemah untuk membisik
membisikkan ku jawabannya

apakah dinding ini adalah kesombonganku
yang selama ini bertakhta di benakku ?
yang selama ini membatasi langkahku ?
yang selama ini mengaburkan pandanganku ?
yang selama ini menenggelamkanku dalam lautan dosa ?

catatan akhir : ...
mataku masih menerawang ke dinding itu
namun pencarian ini telah terhenti sejenak
sejak kumandang cinta terdengar
es krimku belum habis .
dan aku mesti buru buru pulang untuk sholat

Jumat, 18 Maret 2016

Air Mata Kebahagiaan

setahun yang lalu di bulan juni, aku menangis..
untuk kematian seseorang yang paling berharga dalam hidup
bude ku (kakak mama), atau sosok yang kupanggil "ibu"
meninggal didepan kedua mataku

masih teringat akan  bau rumah sakit
masih teringat akan suara nya
masih teringat akan  kasih sayangnya
masih teringat akan didikkannya
masih teringat akan cinta kasihnya
masih teringat akan semua tentang nya
masih.....

dan pada hari ini, aku kembali menangis
untuk momen yang membahagiakan seseorang yang paling berharga dalam hidupku
pakde ku (suami bude) atau sosok yang kupanggil "bapak"
akan melamar seseorang yang telah menarik hatinya

tentu saja kali ini adalah air mata kebahagiaan
aku bukanlah anak yang egois,
aku senang kalo bapak bahagia
aku senang kalo bapak tersenyum kembali
aku senang kalo ada yang mengurusinya kembali
aku senang sekali

semoga ini adalah skenario Allah yang paling baik. amiin
sunset di jatim

Minggu, 13 Maret 2016

3 kata mantra ajaib





gathering night, nao, ugm 2012
Pernahkah anda mendengar 3 kata mantra ajaib ? 3 kata yang jikalau digunakan dalam kondisi yang tepat, akan memudahkan kehidupan kita. apakah 3 kata tersebut ?  yap, benar sekali. Tiga kata itu adalah maaf, terima kasih, dan tolong.

Pertama, mari kita membahas tentang kata  maaf.
maaf adalah ungkapan permintaan ampun dan penyesalan. Kata maaf sering kita gunakan apabila kita melakukan sesuatu yang salah ataupun menzalimi sesuatu dan kita menyesal  atas perbuatan atau perkataan yang salah itu.  Meminta maaf jika kita telah berbuat salah adalah perbuatan yang baik. Sebaiknya meminta maaf dilakukan dengan niat tulus dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.  jangan lah meminta maaf dengan kesan “setengah hati”. Misalnya meminta maaf dengan nada yang kasar atau jutek. Hal ini mengakibatkan kata “maaf” seringkali kehilangan makna dan hanya menjadi suatu ungkapan yang biasa saja.

Sedihnya, fenomena “baper” seringkali mengganti posisi kata maaf. Bahkan menjadi pembenaran atas seseorang untuk melakukan sesuatu yang zalim kepada saudaranya.  Contohnya saja, ada teman sekelas atau sekantor yang marah dan jutek kepada semua orang yang dijumpainya . Ketika diprotes atas sikapnya yang tidak mengenakkan, bukannya permintaan maaf yang dijumpai malahan suatu pernyataan yang cukup menyesakkan :” aku tu lagi baper. Pengertian dong . kalian  kan udah tahu masalah aku kan ? bla bla bla....(sambil ngamuk - ngamuk)” ujug – ujugnya curcol dech...

Haaah,,,, sumpah deh. Kalo ketemua orang kayak gini, pengennya dilemparin ke laut aja.
(hmmm... ketahuan banget kalo pernah mengalaminya)

Jika kembali pada contoh diatas, misalkan saja teman kita itu meminta maaf dan menyampaikan alasan dengan baik, maka kita pun bisa menerima keadaannya. Contoh :” a.. aku minta maaf atas sikapku yang tadi. Aku benar – benar minta maaf, kalo tadi kelepasan. Sebenarnya aku ada masalah ....”
nah kalo gini kan enak dengarnya. Kita pun jadi merasa berempati dengannya dan mau memaafkan kesalahannya.  Bahkan bisa saling memberi dukungan. Indah bukan ?
oleh karena itu, gunakanlah kata maaf dengan bijak. Insya allah, hubungan dengan manusia jauh lebih lancar ...  ^^

Minggu, 06 Maret 2016

kebohongan diatas kebohongan

bismilahirrahmannirrahim

selamat pagi !
selamat hari senin. we love monday.


memang gak ada yang seindah hari senin. banyak aktivitas yang menunggu kedepan untuk dikerjakan. termasuk menulis ini. hehehehe... ada yang menggantung dihati. dan karena terlalu banyak kosa kata asing mengenai "dikotomi"," polaritas", dan"substansi-praksis" dikepala, maka satu - satunya pelampiasan rasa hanya ada dikamu, blog tersayang ini.

banyak hal yang ingin dituliskan, tapi aku bingung untuk memulai darimana

aku punya teman baru. orangnya baik. ramah dan ... jujur, simpel, kadang bikin hati jumpalitan. tapi dengannya aku merasa punya kakak. entah kenapa aku bisa jujur dengannya, maksudku ya... menjadi pribadi diri sendiri. (entah pada kalimat ini, aku  merasa aku sangat konyol sekali). didepannya aku gak jaim seperti biasa (ini yang paling menyenangkan). aku bebas mengutarakan apa yang dalam pikiran ku. tingkah kanak - kanakku dan sekelumit tingkah pola yang kadang bagi kebanyakan orang bilang "itu nggak marisa banget".

hahahaha... awalnya terasa menyenangkan.

sampai pada akhirnya pembicaraan terpusat pada satu tulisanku (semacam ungkapan hati yang tak tersampaikan). pada awalnya aku jujur, tapi aku tak bisa memperlihatkan sosokku yang menyedihkan itu. makanya aku berbohong. dia kecewa, (ya pastilah, mana ada orang didunia ini yang mau dibohongin). aku mencoba bersifat cuek. gak ada lagi yang bisa dilakukan...

sampai saat ini, dihatiku masih ada hujan
hmmm... pertama, ingatanku akan kenangan masa lalu yang menyakitkan , kembali terkuak. kedua, aku telah membuat seseorang kecewa. ketiga, aku ingin sendiri saja.

kadangkala, aku berpikir, aku gak cocok berinteraksi dengan banyak orang. walaupun pada kenyataannya aku suka berbicara dengan teman - teman. tapi tetap saja, ada sifat atau sikap yang rasanya membuatku enggan untuk mendekati orang lain. perasaan takut jikalau akan menyakiti orang lain masih begitu dominan didalam diriku. hmmm... sejak kapan aku mulai jadi perasa begini.

entahlah...
belum lagi, beberapa hari ini aku berselisih paham dengan temanku. masalah sepele. tapi harga diriku cukup terluka. bohong jika aku bilang tidak marah. tapi mo marah kok rasanya malas ya ? malas cari ribut.

hmmm... kebohongan diatas kebohongan . sekali berbohong, maka kebohongan itu akan terus bertambah. layaknya bunga alias riba di bank.

siap siap ngampus dulu bro n sist ....

alhamdulillahirabbilalamin
langit biru di alun alun kapuas